Ternyata benar, gudang uangnya sudah penuh. Penuh dengan logam emas sampai menyentuh langit-langit ruangan. Paman Gober melompat-lompat kegirangan. Tetapi Ia segera berpikir dan berkata pada dirinya sendiri, “seekor ikan yang dapat memenuhi lumbung pasti dapat melakukan hal lain yang lebih hebat, Aku terlalu cepat melepaskannya”.
Paman Gober segera kembali ke pelabuhan. Sesampainya di tengah laut ia memanggil ikan ajaib tersebut. “Oh ikan,” panggilnya. “Aku ingin mengatakan sesuatu padamu” .”Apalagi ? Bukankah gudang uangmu sudah penuh ?”, Tanya si ikan ajaib. “Benar”, jawab Paman Gober. “Tetapi aku meminta kebaikan hatimu, bisakah aku mendapatkan sebuah Istana ?, sepertinya tidak pantas jika aku mempunyai banyak uang tetapi masih tinggal dirumah tua saat ini”, ujar Paman Gober”. “Baiklah, sekarang kau akan memiliki sebuah Istana yang bagus, pulang dan lihatlah”, ujar ikan sambil berenang ke laut lagi.
Setelah sampai dirumah, rumah Paman Gober sudah hilang. Ditempat itu sekarang berdiri Istana yang sangat indah dan megah. Pintunya terbuat dari emas dan lantainya dari marmer. Selama hampir satu jam Paman Gober bergembira dan bangga pada dirinya sendiri. Ia merasa masih tidak puas. “Karena aku mempunyai sebuah istana, seharusnya aku menjadi seorang raja dan duduk di singgasana dengan memakai mahkota emas”, pikirnya. “Paman Gober, mungkin Paman sudah gila !!”, kata Donal. Paman Gober tidak perduli, karena pikirannya hanya harta terus, ia segera pergi ke pelabuhan untuk menemui ikan ajaib lagi. “Apalagi sekarang ?, apa Istana itu kurang bagus?”, tanya sang ikan ajaib. “Istana itu indah sekali, Istana itu cocok untuk tempat tinggal seorang raja, karena itu aku ingin menjadi raja, ujar Paman Gober.” “Tidak masuk akal !”, kata si ikan. “Begitukah ucapan terima kasihmu setelah aku melepaskan dan membiarkanmu pergi !?” “Baiklah”, kata ikan itu. “Aku akan mengabulkan permintaanmu kali ini, berusahalah menjadi raja yang baik”, lanjutnya. more…



Komentar Terakhir