Paman Gober dan Ikan Ajaib

Ternyata benar, gudang uangnya sudah penuh. Penuh dengan logam emas sampai menyentuh langit-langit ruangan. Paman Gober melompat-lompat kegirangan. Tetapi Ia segera berpikir dan berkata pada dirinya sendiri, “seekor ikan yang dapat memenuhi lumbung pasti dapat melakukan hal lain yang lebih hebat, Aku terlalu cepat melepaskannya”.

Paman Gober segera kembali ke pelabuhan. Sesampainya di tengah laut ia memanggil ikan ajaib tersebut. “Oh ikan,” panggilnya. “Aku ingin mengatakan sesuatu padamu” .”Apalagi ? Bukankah gudang uangmu sudah penuh ?”, Tanya si ikan ajaib. “Benar”, jawab Paman Gober. “Tetapi aku meminta kebaikan hatimu, bisakah aku mendapatkan sebuah Istana ?, sepertinya tidak pantas jika aku mempunyai banyak uang tetapi masih tinggal dirumah tua saat ini”, ujar Paman Gober”. “Baiklah, sekarang kau akan memiliki sebuah Istana yang bagus, pulang dan lihatlah”, ujar ikan sambil berenang ke laut lagi.

Setelah sampai dirumah, rumah Paman Gober sudah hilang. Ditempat itu sekarang berdiri Istana yang sangat indah dan megah. Pintunya terbuat dari emas dan lantainya dari marmer. Selama hampir satu jam Paman Gober bergembira dan bangga pada dirinya sendiri. Ia merasa masih tidak puas. “Karena aku mempunyai sebuah istana, seharusnya aku menjadi seorang raja dan duduk di singgasana dengan memakai mahkota emas”, pikirnya. “Paman Gober, mungkin Paman sudah gila !!”, kata Donal. Paman Gober tidak perduli, karena pikirannya hanya harta terus, ia segera pergi ke pelabuhan untuk menemui ikan ajaib lagi. “Apalagi sekarang ?, apa Istana itu kurang bagus?”, tanya sang ikan ajaib. “Istana itu indah sekali, Istana itu cocok untuk tempat tinggal seorang raja, karena itu aku ingin menjadi raja, ujar Paman Gober.” “Tidak masuk akal !”, kata si ikan. “Begitukah ucapan terima kasihmu setelah aku melepaskan dan membiarkanmu pergi !?” “Baiklah”, kata ikan itu. “Aku akan mengabulkan permintaanmu kali ini, berusahalah menjadi raja yang baik”, lanjutnya. more…

  • Share/Bookmark

Ibu laksana lembaga pendidikan,

Bila dipersiapkan dengan baik,

ia dapat membentuk pribadi yang lebih baik, kuat, dan tangguh.

Ibu laksana taman,

jika dijaga kelestariannya, tak slembar daun pun yang dimakan hama.

Ibu adalah guru dari segala guru yang utama.

dia mampu menurunkan kemuliaan dari generasi ke generasi.

  • Share/Bookmark
Category: Syair  Leave a Comment
Sifat Penunjang Suksesnya Peran Ibu

Ibu merupakan sentral yang mampu mewarnai kehidupan dalam rumah tangganya. Kebahagiaan bisa diciptakan kalau seorang ibu benar-benar mengupayakan kebahagiaan dalam keluarganya. Selain komitmenyang telah terjalin dengan suami, peran ibu sangat dominan untuk menghantarkan terciptanya generasi yang shaleh/shalehah. Apa saja yang bisa mendukung suksesnya peran yang diemban para ibu? Ada beberapa sifat baik, apabila sang ibu berusaha mrnerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, maka rumah bukan saja berarti “house”, namun lebih cenderung ke arah “home”, atau lebih singkatnya akan tercipta “rumahku surgaku”. Sifat-sifat tersebut antara lain :

1. Penyayang : Sifat penyayang sangat dibutuhkan sebagai penghangat suasana. Kita semua akan betah berada di antara orang yang penyayang. Hati yang begitu lembut memancarkan rasa “care” pada anak sehingga anak akan tumbuh baik fisik ataupun mentalnya secara optimal.

2. Sabar : Kita semua mengetahui bahwa jam kerja seorang istri dan ibu adalah 24 jam. Coba bayangkan sewaktu kita memiliki bayi. Pada malam hari, dimana banyak orang terlelap kita tetap saja berjaga sewaktu-waktu jika si bayi menangis, entah haus, ngompol atau malah buang air besar.baban berat ini akan sukses dilalui kalau si ibu mempunyai sifat sabar. more…

  • Share/Bookmark
Category: Nasihat  Leave a Comment